Pages

Rabu, 26 Juni 2013

"Ketika dia berbuat salah, ingatlah kebaikannya."

Tidak Dicintaimu

Hingga detik waktu menepuk pundak ku saat ini aku tak pernah merasa cukup baik meskipun kamu bilang aku baik dan kamu lebih dari sekedar yang terbaik untukku. aku tak pernah merasa cukup layak walaupun kamu sering berucap demikian. Aku tak pernah merasa sempurna tanpa kamu yang menyempurnakan aku. Aku tak pernah merasa dibutuhkan sampai kamu akhirnya menarikku kembali keduniamu.
Kamu terlalu sempurna untukku, kamu terlalu bercahaya. Aku bahkan terlalu silau memandangimu yang begitu bersinar, aku termangu, tertunduk dan terkulai sembari mengais kilauan cahayamu yang berserakan menimpahku. Keputus-asaan demi keputus-asaan aku telan bulat-bulat, aku tak pernah punya keberanian untuk meraihmu, kamu terlalu sempurna untukku. Aku yang dengan rela menahan hati sendiri demi melihat kamu tersenyum, demi melihat kamu bahagia, bersama dia. Bodoh memang, namun aku rela cukup bodoh untuk menghargai keputusan ini.

Apapun yang terjadi yang harus kamu tau aku ga akan pernah berhenti mencintai. Aku selalu menunggumu, hingga akhirnya aku tertidur karena digerogoti sepi. Aku butuh dibangunkan, aku butuh disadarkan. Jika aku tak cukup mampu untuk tersadar sendiri, apakah kamu berkehendak menyadarkan aku? Untuk sekedar pergi menjauh tidak untuk melupakan tapi mengikhlaskan. Karena yang aku tau ikhlas dapat membuat segala yang rumit menjadi sederhana.

Aku terlalu berani mencintai seseorang yang bahkan untuk memeluku-pun ia enggan, aku terlalu berani mempunyai kesimpulan sesuatu yang tak ada. Dicintaimu denganmu contohnya.  Aku terdegradasi di segitiga bermuda, kamu tak berniat menolongku? Pahit memang, ketika kita baru saja mengetahui bahkan orang yang kita cintai dan jaga hatinya tak pernah mampu percaya bahkan tak pernah mampu membalas segala asa yang kita tanam dengan sebuah pelukan disatu malam dengan pantulan cahaya oranye dari lampu jalan yang berkilau dikala malam, lampunya berkilau tapi hatiku meredup. Aku bergegas meninggalkanmu lalu tertunduk. Kalau dia memang pantas untuk ku perjuangkan sampai sejauh ini, dia tak akan membiarkanku pergi dia tak akan pernah mecoba membunuh perasaanku. Tak akan pernah itu yang aku ketahui.

Aku seperti gelembung udara yang tenggelam didasar gelas yang diisi air.
Air yang masuk untuk memenuhi gelas justru malah menekanku hingga ke dasar. Suatu saat gelas itu akan penuh, dan saat itulah aku akan tersadar bahwa aku sudah naik ke atas, terus hingga ke atmosfer lalu menghilang begitu saja. Kamu, tak akan pernah memahami hal itu





(Birdy - Just A Game)


This is just a game, the game is over, yes its over.