Senin, 01 Juli 2013

How to Forget Someone Who's a New Girlfriend

The end of a relationship is one of life's difficult transitions. How long it takes to move past this defining moment depends on several factors, which can shorten or lengthen this time. One such occurrence that may negatively affect your ability to forget and move on is when your ex begins dating a new girlfriend.

Hugs All Around

One helpful strategy to lay your hurt feelings to rest is to spend time with family and friends. They will give you encouragement, shower you with heartwarming praise, and likely remind you why you are better off without your ex. Being social with loved ones will also help you to relax and let you share in some laughs, which both promote looking ahead to happier times. Jeanne Seigle et al. suggest how to cope with a breakup, "Spend time with people who support, value, and energize you... surround yourself with people who are positive and who truly listen to you." Focusing on stable, supportive relationships can lead you to a better place emotionally.

Look Carefully at the Hand You Have Been Dealt

According to researcher Elizabeth R. Wrape in her study of coping strategies after a breakup, "rumination and avoidance significantly contributed to global distress...." Spending time going over the details of your breakup and the new girlfriend on the scene will not help you. It will cause you more distress and hurt than if you can let go. Spend your time grieving, reflecting and looking toward implementing changes in your life and your next relationship. After which, try not to waste any time moving on. Do not avoid dealing with the breakup or ignore the pain you feel because your ex has a new girlfriend. Accept these facts and the feelings they create to identify positive ways to learn from this experience.

Engage Your Mind

Forgetting about an ex can feel like an insurmountable task, particularly if you are living the same life as before the breakup. Add in the fact that your ex is dating again and you've got yourself an inner war brewing. To avoid constant preoccupation with the breakup and new girlfriend engage your mind with new and exciting adventures. Take up a new hobby, go for a friends' night out for some chit-chat and dancing, play a game of online Boggle, watch a comedy, take a yoga class and do all of these in one fun-filled day. If you load up your life with nonstop activity, you can carry yourself from one day to the next with greater ease and less distress; a healthy state of mind and being will help the healing process begin.

Out with the Old and in with the New?

The answer: definitely not! Bruce Fisher and Rovert E. Alberti in "Rebuilding: When Your Relationship Ends" emphasize, "Some of us are seduced into another important love relationship before learning all we can from the pain." They suggest that if you do not work to resolve any remaining hurt -- and obstacles carried over from past relationships -- that these issues will remain and resurface in future unions. So, don't rush into a new relationship in an attempt to forget your ex or because a new girlfriend has entered your ex's life. Chances are that if your ex didn't examine why your relationship failed, the new girlfriend will not be around for too long.

Sebenernya bagaimana caranya kita melupakan seseorang ya tergantung dari diri kita sendiri sih, menurut saya. kalau dari segi kita sendiri gamau buat lupa ya susah, its complicated banget kalau otak ingin lupa tapi hati sulit untuk lupa. Jangan memaksakan sesuatu yang ga pernah bisa buat kamu lakukan.
gue iseng search ini sih, ya walaupun ga membantu banyak tapi setidaknya kalian terinspirasi guysssssssssssss <3 GO AHEAD!


     Krisis identitas bukan bermakna orang yang tidak mengenal namanya, tetapi orang yang lupa fungsi dan perannya, krisis identitas muncul sebagai efek atau dampak seseorang yang mengalami degradasi konsep diri, konsep diri terkikis oleh kritik, terkikis oleh berbagai komentar negatif, terkikis oleh masukan dan saran yang terkesan bagus, terkesan melenakan tetapi sebenarnya merusak konsep diri. " DIRIMU ADALAH APA YANG KAMU PIKIRKAN", semakin lunak pemikiran kita terhadap diri, semakin kecil upaya kita untuk meningkatkan kapasitas diri, banyak keraguan, banyak ketidakpercayaan yang akhirnya mengikis kepercayaan diri.

     Konsep diri bukan hasil penggabungan beberapa bumbu rempah - rempah dan bahan - bahan masakan,konsep diri adalah akumulasi pengalaman hidup, akumulasi strategi menangani dan mengatasi masalah, akumulasi perenungan " WHO AM I?". Konsep diri adalah pengenalan diri secara mendalam berdasar analisis mendasar siapa sejatinya kita. Mengenal kelebihan dan kelemahan orang lain adalah hal yang mudah dibandingkan kita mengenal kelemahan dan kelebihan kita. Krisis identitas membuat penderitanya menjadi seorang peragu, seorang yang harus menunggu instruksi orang lain untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Krisis identitas membuat seseorang mengandalkan orang lain untuk melakukan segala hal, kehilangan kemandirian dalam banyak aspek kehidupan.

    Kehidupan berjalan dengan sangat keras, berjalan dengan kejam dan tidak memberi kesempatan atau ampunan kepada orang - orang yang merasa kalah, orang - orang yang mundur sebelum bertarung, kehidupan hanya mengajarkan satu hal " FIGHT OR FLIGHT", Jika menghadapi permasalahan kehidupan, HADAPI atauLARI?. Melarikan diri dari masalah bukan sebuah solusi tetapi sebuah ketakutan menghadapi kerasnya kehidupan, ketakutan jika gagal mengantisipasi.

     Setiap insan dilahirkan dengan naluri survival, naluri bertahan hidup, akan hidup seadanya atau hidup seperti yang diimpikannya, impian setiap orang juga beragam dan bermacam - macam. Jangan pernah menganggap remeh impian orang lain karena suatu saat anda hanya akan bengong dan terkagum - kagum ketika orang tersebut sudah mencapai keinginannya. Sebesar apapun impian anda, sebesar apapun pencapaian anda saat ini, jangan pernah meragukan orang lain bahwa kelak mereka juga akan menggenggam impiannya.

    Krisis identitas bermula dari gap antara harapan dan realita, jika harapan terlalu tinggi dan realita terlalu rendah maka seseorang akan ragu dengan kemampuan dirinya, akan ragu dengan semua kelebihannya, akan ragu dengan semua potensi yang dia miliki. Krisis identitas sering diistilahkan oleh anak gaul denganGALAU, dibutuhkan sebuah strategi menangani dan mengatasi galau, dibutuhkan sebuah kekuatan mental dan kekuatan fisik untuk mengatasi galau.

     Harapan atau impian yang terlalu tinggi memang baik tetapi lebih baik lagi memiliki impian berjenjang ( menjadi yang terbaik dikelas, menjadi terbaik di nasional, menjadi terbaik di internasional). Impian berjenjang atau bertahap membuat gap antara realita dan harapan tidak terlalu besar, kesenjangan antara realita dan harapan sangat pendek sehingga upaya keras untuk mencapainya juga lebih sistematis dan berjenjang, ketika pencapaian berjalan sistematis seperti menaiki anak tangga maka bukan mustahil apapun yang diimpikan akan tercapai.

     Contoh seorang pebisnis sukses Bob Sadino, memulai impian dengan memiliki bisnis mensupplai telur ayam kampung, kemudian mendirikan toko pensupplai ayam kampung dan daging ayam sekarang memiliki mall yang mensupplai daging dan telur untuk dalam negeri dan luar negeri. sebuah impian dan langkah yang berjenjang. Contoh kedua adalah Profesor Rhenald Kasali ( SD, SMP, SMA, S1, S2, S3) melewati pendidikan yang berjenjang. Jika anda merasa memiliki krisis identitas, coba evaluasi apakah harapan - harapan anda terlalu tinggi? apakah langkah anda mencapai impian sudah sistematis, apakah kelebihan anda sudah menunjang pencapaian impian? apakah semua peluang dan tantangan yang ada sudah anda prediksi sejak awal?

     Pakar otak kanan mengajarkan " LAKUKAN" tetapi dengan kombinasi otak kanan dan otak kiri maka akan menjadi " RENCANAKAN dan SEGERA LAKUKAN kemudian EVALUASI PELAKSANAAN.